alt_text: Paralayang melintas di atas hijau Taman Hutan Raya Sultan Adam saat langit cerah.

Serunya Paralayang di Taman Hutan Raya Sultan Adam

0 0
Read Time:3 Minute, 39 Second

rtmcpoldakepri.com – Taman hutan raya (tahura) Sultan Adam di Kalimantan Selatan kini bukan sekadar tempat pelarian dari hiruk pikuk kota. Kawasan hijau ini bertransformasi menjadi ruang bermain bagi pencinta panorama dan adrenalin. Salah satu magnet barunya yaitu spot paralayang dengan layanan foto berbayar sangat terjangkau, hanya Rp5.000 per file. Harga hemat tersebut menjadikan pengalaman terbang di atas hamparan hijau terasa makin lengkap, terutama bagi wisatawan yang doyan mengabadikan momen untuk media sosial.

Saat berkunjung ke taman hutan raya (tahura) Sultan Adam, pengunjung tidak hanya disambut udara sejuk dan hutan lebat. Kini tersedia pula kru foto profesional di area paralayang. Mereka siap menangkap momen ketika tubuh terangkat angin, melayang di atas lembah, hingga mendarat dengan senyum lega. Bagi saya, kehadiran layanan foto murah ini bukan sekadar pelengkap wisata, tapi penanda kesadaran baru: bahwa pengalaman terbaik sering lahir dari perpaduan alam, aktivitas outdoor, serta dokumentasi memori yang rapi.

Pesona Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam

Taman hutan raya (tahura) Sultan Adam terletak di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Area konservasi luas ini menyuguhkan perpaduan hutan pegunungan, kabut pagi, hingga pemandangan sungai di kejauhan. Sejak beberapa tahun terakhir, pengelolaan kawasan terasa lebih serius. Fasilitas wisata alam terus bertambah, termasuk gardu pandang, area camping, hingga wahana paralayang yang kini ramai dibincangkan. Tahura tidak lagi sekadar ruang edukasi lingkungan, melainkan destinasi wisata keluarga sekaligus arena olahraga udara.

Karakter utama taman hutan raya (tahura) ini yaitu vegetasi lebat dengan kontur perbukitan. Kombinasi ketinggian dan udara sejuk menciptakan suasana khas pegunungan tanpa perlu menempuh perjalanan ekstrem. Dari titik tertentu, wisatawan bisa melihat hamparan hijau berlapis, diselingi kabut tipis pada pagi hari. Menurut saya, inilah latar sempurna untuk aktivitas paralayang. Lintasan pandang luas memberi rasa bebas saat mengudara, sedangkan lanskap hutan menciptakan foto dramatis, layaknya potret petualangan di luar negeri.

Keistimewaan lain taman hutan raya (tahura) Sultan Adam yakni nuansanya yang masih terasa alami. Meski fasilitas wisata bertambah, jejak beton belum mendominasi. Jalur setapak, tanah berbatu, dan pepohonan besar tetap mendominasi pandangan. Bagi pengunjung yang ingin menenangkan pikiran, berjalan santai di antara pepohonan sebelum naik ke area paralayang sudah cukup menurunkan stres. Di titik ini saya menilai, keseimbangan antara fungsi konservasi dan rekreasi sedang diuji. Jika dikelola hati-hati, tahura bisa menjadi contoh bagaimana kawasan lindung tetap ramah wisata tanpa kehilangan roh alaminya.

Paralayang Tahura: Adrenalin, Pemandangan, dan Foto Murah

Wahana paralayang di taman hutan raya (tahura) Sultan Adam menawarkan paket lengkap. Ada sensasi melompat dari ketinggian, semilir angin yang mendorong tubuh, serta panorama hutan membentang di bawah kaki. Bagi pemula, terbang tandem bersama instruktur berpengalaman menjadi pilihan aman. Petugas memberi arahan singkat sebelum lepas landas. Waktu terbang mungkin tidak terlalu lama, namun cukup membuat jantung berdegup lebih cepat. Menurut saya, durasi yang tidak berlebihan justru ideal untuk pengunjung keluarga maupun traveler kasual.

Di tengah pengalaman udara tersebut, hadir jasa foto sebagai pelengkap. Fotografer lapangan bersiaga di titik strategis untuk menangkap sudut terbaik. Mereka memanfaatkan kamera dengan lensa jarak jauh atau gawai yang sudah dipasangi alat stabilisasi sederhana. Hasil jepretan kemudian dipilih, lalu pengunjung dapat menebus tiap file hanya Rp5.000. Nilai ini tergolong murah bila dibandingkan dengan biaya jasa foto di destinasi populer lain. Dengan harga segitu, wisatawan bisa memperoleh dokumentasi layak unggah tanpa repot membawa perlengkapan kamera sendiri.

Dari sudut pandang pribadi, kehadiran jasa foto murah di area paralayang taman hutan raya (tahura) punya beberapa dampak menarik. Pertama, menambah nilai ekonomi bagi warga lokal yang terlibat sebagai fotografer maupun bagian tim pengelola. Kedua, menambah kepuasan pengunjung, terutama generasi muda yang mengutamakan konten visual. Ketiga, menjadi arsip pribadi berharga. Bukan sekadar foto untuk pamer, tetapi bukti bahwa seseorang pernah menantang rasa takut terhadap ketinggian, sekaligus merayakan keberanian mengisi akhir pekan dengan cara berbeda.

Tips Maksimalkan Kunjungan ke Tahura

Untuk memaksimalkan kunjungan ke taman hutan raya (tahura) Sultan Adam, ada beberapa hal yang patut disiapkan. Datang lebih pagi agar bisa menikmati kabut tipis sebelum matahari meninggi. Gunakan pakaian nyaman, sepatu tertutup yang kuat, serta jaket ringan karena angin di area paralayang bisa cukup kencang. Siapkan uang tunai kecil untuk biaya parkir, tiket masuk, hingga jasa foto Rp5.000 per file. Dari sisi mental, terima bahwa sedikit rasa takut justru bagian penting dari pengalaman terbang. Alih-alih melawannya, ajak rasa tersebut menyatu dengan kegembiraan melihat hamparan hutan dari ketinggian. Menutup hari dengan menelusuri kembali foto-foto hasil jepretan fotografer lokal kemudian menjadi momen reflektif: kita tak hanya berlibur, tetapi juga berdamai dengan diri sendiri di tengah pelukan alam tahura.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Back To Top