Saturday, Jul 26th

Last update02:05:27

Font Size

Screen

Profile

Layout

Direction

Menu Style

Cpanel

Sistem Operasionalisasi

Penilaian User: / 8
TerburukTerbaik 

SISTEM OPERASIONALISASI
REGIONAL TRAFFIC MANAGEMENT CENTRE( RTMC )
POLDA KEPULAUAN RIAU

I.    PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang

Masyarakat Kepulauan Riau memiliki tingkat mobilitas yang sangat tinggi khususnya bagi masyarakat yang tinggal di Kota Batam sebagai pusat industri. Tingkat mobilisasi yang tinggi tersebut tentunya disertai pula oleh pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi dimana saat ini jumlah penduduk Kota Batam telah mencapai angka .....Jiwa.Pertumbuhan jumlah penduduk tersebut akansangat terlihat pada saat hari libur atau musim liburan selain tentunya diwarnai dengan mobilisasi kegiatan masyarakat disemua sektor dengan ditetapkannya sebagian wilayah Propinsi Kepulauan Riau sebagai kawasan FTZ (Free Trade zone) yaitu Batam, Bintan, dan Karimun.

Aktivitas kehidupan masyarakat di Kota Batam khususnya dan Provinsi Kepulauan Riau  pada umumnya yang semakin tumbuh dan berkembang menuju Kota yang lebih majutentunya diikuti pula oleh berbagai permasalahan baik dibidang Kamtibmas maupun Kamseltibcar Lantas. Hal tersebut merupakan suatu cerminan dari tingkat modernitas suatu kota atau wilayah, sehingga guna mengantisipasinya diperlukan adanya suatu dukungan berupa pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang modern pula.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 02 tahun 2002, Polri memiliki tugas-tugas yang berkaitan dengan Lalu Lintassebagaimanatertuang pada pasal 14 ayat (1) ; huruf b yang menegaskan bahwa Polri bertugas untuk menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di jalan. Didalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ juga telah ditegaskan secara rinci tugas Polri di bidang LLAJ yaitu :

  1. Penyelenggaraan kegiatan Edukasi, Enginering, Enforcement, Registrasi Identifikasi serta Managemen Operasional Lalu Lintas.
  2. Sebagai Pusat Komunikasi, Koordinasi, Komando dan Pengendalian, serta Informasi.
  3. Koordinator Forum Lalu Lintas, Koordinator Pusat Pengendalian Sistem informasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Koordinator Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas.
  4. Memberikan Rekomendasi terhadap : Jaringan Induk LLAJ, Rencana Umum Jaringan Trayek, angkutan umum, sistem jaringan jalan, kelaikan kendaraan serta analisa dampak lalu lintas.
  5. Sebagai Koordinator Pengawas PPNS.

Dari apa yang telah diamanatkan oleh kedua undang-undang tersebut di atas, saat iniDitlantas Polda Kepritelah memantapkannya pada komitmen REVITALISASI  POLRI MENUU PELAYANAN PRIMA sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Bapak Kapolri Jenderal Polisi Drs.TimurPradopo yang salah satunya adalah “ Creative Brektrough “  atau dapat diartikan sebagai program-program terobosan kreatif untuk lebih meningkatkan kinerja Polri secara signifikan agar segera terlihat dan dirasakan secara nyata manfaatnya oleh masyarakat dan stakeholder lainnya.

Menyikapi dan mengacu kepada program Creative Brektroughsebagimana disampaikan di atas maka Ditlantas Polda Kepri dengandi dukung oleh fungsi Opsnal lainnya telah membangun suatu Sistem Managemnent Informasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang terintegerasi yang dinamakan  RTMC (REGIONAL TRAFFIC MANAGEMENT CENTRE). Adapun fungsi dan peran RTMC tersebut adalah :

  1. Memantau dan memonitor kondisi lalu lintas Kota Batam;
  2. Mewujudkan dan memelihara Kamseltibcar Lantas;
  3. Meningkatkan kwalitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan;
  4. Membangun budaya tertib lalu lintas;
  5. Meningkatkan kwalitas pelayanan kepada masyarakat di bidang lalu lintas;
  6. Pusat data lalu lintas dan kriminalitas; dan
  7. Pusat penerima dan pemberi informasi dari dan kepada masyarakat.

RTMC dapat dikatakan sebagai suatu sarana, wadah atau tempat untuk menerima dan menyampaikan suatu keadaan/kejadian disuatu jalan/tempat maupun data, kemudian menganalisa/mengolahnya selanjutnya dibuat suatu laporan sebagai salah satu produk yang diperlukan oleh User/pimpinan untuk kemudian mengambil kebijakan dalam menyelesaikan berbagai masalah sosial di bidang lalu lintas guna meningkatkan kinerja Ditlantas Polda Kepri pada khususnya dan Polda Kepri pada umumnya. Selain permasalahan bidang lalu lintas, pada ruang RTMC tersebut tentunya juga digunakan untuk memantau berbagai permasalahan Kamtibmas dan kriminalitas yang berkembang di lokasi pantauan untuk selanjutnya disajikan kepada masing-masing fungsi Opsnal.Operasionalisasi RTMC tersebut dilandasi oleh Undang-Undang  Nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ dalam pasal 245 ayat 1 yang menyatakan bahwa untuk mendukung Kamseltibcar Lantas dan angkutan jalan diselenggarakan suatu sistem informasi dan komunikasi yang terpadu dengan pusat kendali sistem informasi dan komunikasi LLAJ yang dikelola oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pada ruang RTMC seluruhinformasi berupa berita / kejadian-kejadian / situasi / kebijakan-kebijakan / perintah / masukan / pengaduan dapat dilakukan secara langsung melalui HT, telpon maupun melalui Fax, SMS, E-mail (Smail Police), Face Book, Twitter, media cetak, media elektronik (TV & Radio). Informasi tersebut dapat di jadikan acuan dalam mengambil langkah-langkah tindakan kepolisian baik di tingkat pelaksana maupun pimpinan.

Melalui RTMCmaka permasalahan yang berkembang akan diupayakan penyelesaiannya yang tentunya dilakukan melalui suatu koordinasi antara Ditlantas Polda Kepri maupun fungsi Opsnal lainnya dengan masyarakat/stakeholder, sehingga diperoleh saran dan masukan maupun kesepakatan-kesepakatan untuk mendapatkan solusi yang terbaik dalam mengevaluasi berbagai permasalahan sosial lalu lintas khususnya maupun Kamtibmas/kriminalitas pada umumnya. Koordinasi tersebut bisa dilakukan baik secara internal maupun eksternal kepolisian baik di tingkat pimpinan maupun tingkat pelaksana di lapangan.

Operasionalisasi RTMC tersebut tentunya didukung oleh teknologi seperti halnya CCTV, GIS, Internet, Database online, SMS, Faximile, Telpon, HT, Layar monitor dan berbagai program komputer agar dari RTMC kegiatan K3I dapat diimplementasikan secara optimal yaitu terjadinya Quick Respons (kecepatan pengamanan, penanganan dan pelayanan masyarakat), Parthership Building dan sebagai petugas Polantas yang profesional, serta modern dalam masyarakat yang demokratis.

2.    Dasar

  1. Undang-Undang Nomor 02 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
  2. Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.
  3. Pokok-Pokok Pikiran Program Revitalisasi Polri Menuju Pelayanan Prima Guna Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat.

3.    Maksud dan Tujuan

Maksud dari pembuatan buku ini adalah untuk memberikan gambaran tentang Sistem Kerja dan Operasionalisasi RTMC Ditlantas Polda Kepri.
Sedangkan tujuan didirikannya RTMC secara umum adalah sebagai pusat komando, pusat koordinasi, pusat komunikasi dan pusat informasi yang berhubungan dengan lalu lintas di Wilayah Kepulauan Riau.

4.    Ruang Lingkup
Ruang lingkup pembuatan Buku ini membahas tentang Regional Traffic Management Centre Ditlantas Polda Kepri berikut fungsi dan manfaatnya dalam mendukung tugas fungsi lalu Lintas pada khususnya dan Polda Kepri pada umumnya.

5.    Sistematika

  1. Pendahuluan
  2. Visi, Misi, Dan Motto
  3. Sistem Operasionalisasi
  4. Penutup

6.    Pengertian-Pengertian Istilah-Istilah di RTMC
a.    Perangkat-perangkat Display

  • VGA ( Video Graphics Array ) yaitu perangkat di komputer yang berfungsi untuk menampilkan signal gambar yang dihasilkan PC ke layar monitor.
  • Kabel VGA yaitu kabel yang menghubungkan dari PC ke layar monitor.
  • LCD ( Liguid Crystal Display ) yaitu jenis dari layar monitor.
  • PDP ( Plasma Display Panel) yaitu jenis layar monitor yang digunakan sebagai layar TV yang berukuran lebar.
  • LED (Light Emitting Diode) yaitu teknologi terbaru layar monitor yang mampu menghasilkan gambar lebih tajam dengan daya listrik rendah.
  • PLANAR yaitu kumpulan layar monitor yang disusun membentuk sebuah matriks menjadi satu kesatuan monitor dengan layar dengan format dan ukuran layar yang lebih besar.
  • VMS ( Video Matriks System ) yaitu sebuah perangkat yang berfungsi mengatur tampilan pada matrix layar monitor dari beberapa sumber PC.
  • CCTV ( Closed Circuit Television ) yaitu siaran televisi dengan jaringan terbatas yang berfungsi untuk memantau area tertentu.
  • Analog Camera yaitu kamera yang dimonitor melalui kabel koaksial video.
  • IP Camera yaitu kamera yang dimonitor melalui jaringan internet.
  • INFRA RED yaitu perangkat tambahan pada kamera yang mampu menangkap objek pada malam hari.
  • Resolusi yaitu kemampuan sensor kamera untuk menampilkan ukuran gambar.
  • VIDEO, RGB, S-VIDEO yaitu jenis keluaran atau masukan gambar atau video dari suatu perangkat.

b.    Perangkat-Perangkat Jaringan

  • LAN ( Local Area Network ) yaitu perangkat di komputer yang berfungsi untuk berkomunikasi dengan komputer lain melalui jaringan.
  • UTP ( Unshielded Twisted Pair ) yaitu kabel yang digunakan dalam jaringan komputer.
  • Switch Hub yaitu sebuah perangkat keras yang digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer dalam suatu jaringan.
  • ROUTER yaitu sebuah perangkat keras untuk membuat jalur sehingga jaringan yang satu bisa berhubungan dengan jaringan yang lainnya.
  • FIREWALL yaitu perangkat diantara jaringan lokal dan internet yang berfungsi membatasi koneksi diantara keduanya untuk menjaga kemanan jaringan lokal.

c.    Perangkat-Perangkat lainnya

  • SERVER yaitu komputer untuk menyimpan data, menerangkan dan mendistribusikan segala data, informasi yang ada dalam program-program RTMC.
  • UPS ( Uninterruptible Power Supply ) yaitu perangkat satu daya yang berfungsi memberikan daya listrik ke komputer dan tetap akan memberikan daya listrik dengan waktu tertentu ketika PLN mati.
  • GIS (Geographic Information System ) yaitu merupakan program pendukung pengawalan dan pemantauan wilayah untuk mengetahui situasi dan kondisi aktual dilapangan yang dapat di pantau melalui peta layar kontrol.
  • Internet yaitu merupakan alat untuk mengetahui segala informasi, komunikasi secara global dan juga untuk membangun image / trust buil dengan  melalui websuite, E-mail dan juga dikembangkan untuk mendukung data online dengan sistem internet.
  • Telephone yaitu sebagai alat komunikasi dari masyarakat ke RTMC maupun sebaliknya dan juga RTMC ke media elektronik maupun cetak dan sebaliknya.
  • SMS ( Short Massage Service ) yaitu sebagai layanan singkat dan praktis untuk memberi informasi dan menerima sebagai masukan, informasi, kritik, saran dan sebagainya dari masyarakat.
  • HT ( Handy Talky ) yaitu Sebagai alat komunikasi kendali kepada para petugas dilapangan.
  • Faks yaitu Untuk menerima dan mengirim bukti-bukti tertulis yang cukup panjang.

II.    VISI DAN MISI

1.    Visi

Memberikan rasa aman kepada masyarakat, menjaga keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas bagi seluruh masyarakat pengguna jalan.

2.    Misi

  1. Masyarakat pengguna jalan terbebas dari gangguan / rasa takut dalam berlalu lintas.
  2. Masyarakat pengguna jalan terhindar dari resiko kecelakaan.
  3. Masyarakat pengguna jalan mematuhi kewajiban & hak bagi setiap pengguna jalan.
  4. Masyarakat pengguna jalan terbebas dari hambatan dan kemacetan lalu lintas.

3.    MOTTO
“KAMI ADA KARENA KAMI PEDULI”

III.    SISTEM OPERASIONALISASI

1.    TMC Menurut UU No 22 Tahun 2009

Bagian Kesatu
PENYELENGGARAAN SISTEM INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Pasal 245

  1. Untuk mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan diselenggarakan sistem informasi dan komunikasi yang terpadu.
  2. Penyelenggaraan sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah propinsi, dan pemerintah kabupaten/kota berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  3. Sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan untuk kegiatan perencanaan, pengaturan, pengendalian, dan pengawasan serta operasional lalu lintas dan angkutan jalan yang meliputi ;
  • Bidang prasarana jalan ;
  • Bidang sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan;
  • Bidang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dan pengemudi, penegakan hukum, operasinal;
  • Manajemen dan rekayasa lalu lintas, serta pendidikan berlalu lintas.

Pasal 246

  1. Sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 245 ayat (2) merupakan subsistem dalam sitem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan.
  2. Sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan terpadu sebagimana dimaksud pada ayat (1) dikendalikan oleh pusat kendali yang mengintegerasikan data, informasi, dan komunikasi dari setiap subsistem.
  3. Data, informasi, dan komunikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dapat diakses oleh setiap pembina lalu lintas dan angkutan jalan.

Bagian Kedua
PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Pasal 247

  1. Dalam mewujudkan sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 246 ayat (1) setiap pembina lalu lintas dan angkutan jalan wajib mengelola subsistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan sesuai dengan kewenangannya.
  2. Subsistem informasi dan komunikasi yang dibangun oleh setiap pembina lalu lintas dan angkutan jalan terintegerasi dalam pusat kendali sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan.
  3. Pusat kendali sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikelola oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Bagian Ketiga
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Pasal 248

1)    Untuk memenuhi tugas pokok dan fungsi berbagai pemangku kepentingan, dikembangkan sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan yang meliputi sistem terstruktur, jaringan informasi, jaringan komunikasi, dan pusat data.

2)    Sistem terstruktur, jaringan informasi, jaringan komunikasi, dan pusat data meliputi :

  1. Perencanaan ;
  2. Perumusan kebijakan ;
  3. Pemantauan ;
  4. Pengawasan ;
  5. Pengendalian ;
  6. Informasi geografi ;
  7. Pelacakan ;
  8. Informasi pengguna jalan ;
  9. Pendeteksi arus lalu lintas ;
  10. Pengenalan tanda nomor kendaraan bermotor ; dan / atau ; dan
  11. Pengeidentifikasian kendaraan bermotor di ruang lalu lintas.

Bagian  Keempat
PUSAT KENDALI SISTEM INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Pasal 249

1) Pusat kendali sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan berfungsi sebagai pusat :

  1. Kendali ;
  2. Koordinasi ;
  3. Komunikasi ;
  4. Data dan informasi terpadu ;
  5. Pelayanan masyarakat ; dan
  6. Rekam jejak elektronis untuk penegakan hukum.

2) Pengelolaan pusat kendali sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk mewujudkan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan yang aman, selamat, tertib, lancar, dan terpadu.

3) Kegiatan pusat kendali sistem informasi dan komunikasi lalu  lintas dan angkutan jalan sekurang-kurangnya meliputi ;

  1. Pelayanan kebutuhan data, informasi, dan komunikasi tentang lalu lintas dan angkutan jalan ;
  2. Dukungan tindaklan cepat terhadap pelanggaran, kemacetan, dan kecelakaan serta kejadian lain yang berdampak terhadap lalu lintas dan angkuan jalan ;
  3. Analisis, evaluasi terhadap pelanggaran, kemacetan, dan kecelakaan lalu lintas ;
  4. Dukungan penegakan hukum dengan alat elektronik dan secara langsung ;
  5. Dukungan pelayanan surat ijin mengemudi, surat tanda nomor kendaraan bermotor, dan buku pemilik kendaraan bermotor ;
  6. Pemberian informasi hilang temu kendaraan bermotor ;
  7. Pemberian informasi kualitas baku mutu udara ;
  8. Dukungan pengendalian lalu lintas dengan pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli ;
  9. Dukungan pengendalian pergerakan lalu lintas dan angkutan jalan ;dan
  10. Pemberian informasi tentang kondisi jalan dan pelayan publik.

Pasal 250
Data dan informasi pada pusat kendali sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan harus dapat diakses dan digunakan oleh masyarakat.

Pasal 251
Sistem Informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dapat digunakan untuk penegakan hukum yang meliputi :
1)    Penyelidikan dan penyidikan tindak pidana lalu lintas dan angkutan jalan atau kejahatan lain ;
2)    Tindakan penanganan kecelakaan, pelanggaran, dan kemacetan lalu lintas oleh kepolisian Negara Republik Indonesia ; dan/atau
3)    Pengejaran, penghadangan, penangkapan, dan penindakan terhadap pelaku dan/atau kendaraan yang terlibat kejahatan atau pelanggaran lalu lintas.

2.    Tujuan RTMC

1.    Tahap I

  1. Quick Respons Time secara profesional dalam meningkatkan dan mewujudkan serta memelihara Kamseltibcarlantas.
  2. Pengendalian lalu lintas.
  3. Pelayanan penegakan hukum.
  4. Pusat informasi dan komunikasi bagi Polri dan masyarakat tentang Kamseltibcar Lantas dan Regident Ranmor.
  5. Membantu meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan.
  6. Analisa dan evaluasi bidang lalu lintas.

2.    Tahap II

  1. Pusat informasi dan komunikasi tentang pengaduan/laporan suatu tindak pidana.
  2. Pusat informasi tindak lanjut laka lantas dan kriminalitas.
  3. Bank data jumlah kendaran bermotor, pelanggaran dan laka lantas serta para pelaku kriminalitas.

3.    Fungsi RTMC

a.    Komunikasi

Komunikasi yang dilakukan RTMC diatur dan dikendalikan oleh operator baik yang berada dijalur komunikasi HT (untuk internal Kepolisian), SMS, telepon fax, e-mail, maupun dengan media elektronik (TV/Radio).Operator di jalur internal Kepolisian menggunakan jalur-jalur yang diatur untuk :

  1. Jalur lalu lintas;
  2. Jalur Patwal (Patroli dan Pengawalan);
  3. Jalur Gatur (Penjagaan dan Pengaturan);
  4. Jalur PJR;dan
  5. Jalur kewilayahan.

Operator Jalur internal bertugas untuk menerima dan memberi informasi, dari dan ke para petugas dilapangan dan memberi perintah / komando kepada para petugas dilapangan untuk mengambil tindakan-tindakan Kepolisian seperti pengalihan arus maupun pemberian prioritas.

Petugas operator setelah menerima laporan / informasi baik dari petugas Kepolisian maupun dari masyarakat wajib melakukan pengecekan pada peta wilayah yang sudah di dukung dengan GIS,  CCTV maupun pada peta-peta manual sehingga dapat memberikan petunjuk / perintah-perintah khususnya dalam menyampaikan masalah lalu lintas, yang dilakukan dengan system jaringan / system yang terintegrasi untuk kecepatan pelayanan.

Operator telepon, SMS, fax, e-mail bertugas untuk menerima dan memberi dari dan kepada masyarakat, Komunikasi dapat dilakukan secara langsung maupun melalui media elektronik (TV/Radio). Namun adakalanya untuk tanya jawab masalah lalu lintas dapat dilakukan dengan on air / siaran langsung. Petugas operator wajib menguasai informasi dan situasi wilayah yang ada melalui berbagai infrastruktur pendukung RTMC (CCTV, GIS, Internet, SMS dan media lainnya), sehingga dapat melakukan komunikasi dengan lancar, lugas, jelas dan maupun mengendalikan minat stakeholder lainnya.untuk berperan serta aktif dalam mendukung operasional RTMC.Tindakan-tindakan operator ini juga untuk promosi, kampanye, dalam rangka membangun kepercayaan, citra positif dan mewujudkan RTMC merupakan suatu kebutuhan yang harus selalu hadir ditengah-tengah masyarakat.

Tindakan petugas RTMC adalah melakukan pengecekan melalui CCTV, GIS,  Internet dan memberi petunjuk-petunjuk atau perintah-perintah semua data-data yang diterima dan ditampung dan dianalisa serta dilaporkan kepada pimpinan.Tugas para awak ruangan RTMC dititik beratkan sebagai pusat Komando dan Pengendalian Operasional Kepolisian bidang lalu lintas.Seluruh data dari kewilayahan ditampung diruangan ini yang kemudian diolah untuk siap disajikan.Dengan adanya data yang telah siap disajikan ini diharapkan dapat membantu tugas-tugas Polri dalam melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat. Teknologi yang dimiliki RTMC Ditlantas Polda Kepri adalah:

  1. CCTV(Closed Circuit Television)
  2. SMS (Short Messaging Service)
  3. Internet Service (Website)
  4. Identification Service (SIM,STNK& BPKB)
  5. Traffic Accident Service (Pelayanan Informasi Laka Lantas)
  6. Law Enforcement Service (Pelayanan Penegakan Hukum)
  7. Teleconfrence (Teknologi Konferensi Jarak Jauh)
  8. Faximile
  9. Telepon / call centre.

b. Sebagai Pelayanan “Quick Respon Time” secara profesional terhadap masyarakat.

Dalam mendukung tugas Polri dilapangan dan tuntutan pelayanan Polri yang lebih baik terhadap masyarakat, RTMC yang telah dilengkapi dengan teknologi GPS dan semua penunjang lainnya tersebut, diharapkan mampu merespon setiap laporan/pengaduan dari masyarakat dengan waktu kurang dari 15 menit. Dalam waktu yang singkat tersebut, diharapkan patroli Polisi telah berada ditempat kejadian perkara untuk mengecek kebenaran laporan/pengaduan dan menanganinya dengan segera bila memang ada kejadian di tempat kejadian perkara, begitu pula bila terjadi kemacetan lalu lintas termasuk pelayanan masyarakat lainnya dibidang lalu lintas.

c. Sebagai Pelayanan Penegakan Hukum

Dengan hadirnya teknologi canggih dijajaran Ditlantas Polda Kepri, maka setiap perkembangan kasus yang sedang ditangani pun dapat dilihat dari layar monitor komputer yang terintegrasi, sehingga keakuratan informasi kasus pun dapat dipertanggungjawabkan dengan baik kepada yang berkepentingan (misalnya pihak korban) serta pihak Polri pun memiliki data yang cukup akurat membantu tugas-tugas selanjutnya.

d. Sebagai Pusat Informasi bagi Polri dan Masyarakat

Regional Traffic Management Centre sebagai pusat informasi yang merupakan pusat pengumpulan, pengolahan dan penyajian data tentang segala informasi yang berkaitan dengan lalu lintas..

e. Sebagai Pengendali Lalu Lintas

Dengan menggunakan teknologi seperti CCTV diharapkan aktivitas dijalan dapat dimonitor setiap saat, sehingga apabila terjadi kemacetan atau kecelakaan, maka pihak Polri dapat memberikan jawaban yang up to date serta melakukan tindakan yang dibutuhkan.Dengan sistem ini, Polriakan mendapatkan informasi kemacetan arus lalu lintas dan hasil pemantauan ini akan disebarluaskan pada petugas patroli kendaraan bermotor sehingga apabila dibutuhkan pengaturan lalu lintas (terutama pada simpul-simpul jalan yang belum termonitor oleh sistem ini), maka dengan cepat kemacetan yang terjadi akan diupayakan terurai sehingga tidak terjadi kemacetan yang berkepanjangan.

f. Analisa Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas (Black Spot)

Aplikasi dari penjabaran action plan Ditlantas Polda Kepri yang lain adalah dengan melakukan analisa pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi sebagai bahan untuk Kamseltibcar lantas yang lebih baik. Program analisa ini didukung dengan teknologi informasi online yang menggunakan komputer sebagai teknologi medianya.

Teknologi ini bermanfaat bagi anggota Polri dan masyarakat yang membutuhkan Informasi seputar pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, dengan adanya jaringan komputer yang telah mendatakan pelanggaran seseorang, maka apabila pelanggar telah mencapai angka maksimum pinalti 36, secara otomatis pelanggar akan diberikan peringatan- peringatan, dan bila pelanggaran terjadi kembali, maka akan dilakukan uji ulang. Sistem ini terintegrasi dengan sistem pengambilan SIM, begitu pula pada kasus kecelakaan lalu lintas.

g. Pusat Informasi SIM, STNK, BPKB bagi Polri dan Masyarakat

Program ketiga yang juga merupakan aplikasi dari penjabaran Action Plan Ditlantas Polda Kepril ini adalah memberikan pelayanan yang cepat, akurat dan professional dalam bidang Registrasi dan Identifikasi Ranmor.Program ini juga menggunakan dukungan teknologi informasi on-line dengan Komputer yang terintegrasi sebagai mediannya.

Teknologi ini sangat bermanfaat bagi anggota Polri dilapangan dan masyarakat yang membutuhkan informasi seputar Regident Ranmor. Teknologi ini telah terintegrasi dengan sIstem yang ada pada provider telepon selular, sehingga setiap pihak yang membutuhkan informasi secara cepat dan tepat dapat menggunakan fasilitas SMS, dan nantinya data yang ada akan diolah dan dianalisa guna mencegah terjadinya Curanmor dan kejahatan Trans-Nasional lainnya.Teknologi ini juga terintegrasi dengan pelanggaran, kecelakaan dan sIstem lainnya.

h.    Pusat Informasi Temu Kendaraan Bermotor

Salah satu program yang menarik adalah adanya pusat informasi temu kendaraan bermotor yang ada dalam RTMC ini.Program ini juga menggunakan dukungan dengan teknologi informasi on-line dengan menggunakan komputer sebagai medianya. Bagi anggota Polri dilapangan, teknologi ini juga sangat bermanfaat termasuk masyarakat yang membutuhkan pun bisa mendapatkan informasi seputar Ranmor yang hilang yang dicari dan ditemukan melalui internet.

i. Pusat Kendali Patroli Ranmor dalam mewujudkan Kamseltibcar Lantas

Program yang erat kaitannya dengan program yang pertama adalah program kendali patroli ranmor dalam mewujudkan Kamseltibcar Lantas. Action Plan Dit Lantas Polda Kepri  juga diwujudkan dalam program ini yang tentu saja memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana penunjangnya. Program ini juga menggunakan dukungan dengan teknologi informasi GPS yang terintegrasi dengan kendaraan patroli Lantas dengan menggunakan komputer sebagai teknologi medianya.

Teknologi ini juga sangat bermanfaat bagi anggota Polri dilapangan dan masyarakyang diharapkan merasakan kehadiran Polisi yang posisinya telah teratur dengan tepat dan benar.

4.    Personel

RTMC Ditlantas Polda Kepridiawaki oleh anggota Ditlantas Polda Kepri yang mempunyai kualifikasi komputerisasi dan aplikasi jaringan sistem TMC, yang bertugas menjadi operator sesuai spesialisasi masing-masing, yaitu :

a. Operator Social Networking (FB & TWEET), CCTV        :    1 pers
b. Operator Call Centre                        :    1 pers
c. Operator CCTV dan ALKOM                    :    1 pers    
Total                                :      3 pers

5.    Sarana dan Prasarana

a. Ruang utama

  1. Fungsi:Workstation ( area kerja ) operator RTMC.
  2. Deskripsi: ukuran ruangan lebar 10 m x panjang 15 m.
  3. Media Video untuk tampilan data / dokumen / CCTV dari PC :
  4. TV LCD plasma 43”  sebanyak4 buah dan layar infokus untuk tampilan utamaukuran 1.70 m x 3 m.
  5. Media Video dan audio untuk tampilan berita dari media elektronik : TV LCD plasma sebanyak 2 buah.
  6. Media audio untuk menampilkan suara dari micropone : speaker  sebanyak 1 unit

b. Operator data, komunikasi, informasi dan komando :

1. Baris I

Operator CCTV, Social Network&Call Centre :2 PC, 4 monitor, 1 telepon, 2 operator.

2. Baris II
Operator CCTV, Website &Alkom :2 PC, 3 Monitor, 1 alkom dan 1 operator

3. Tata Udara
4  unit AC split 1 PK.

IV.        PENUTUP

Demikian Laporan Sistem Operasionalisasi Regional Traffic Management Centre  (RTMC) Polda Kepulauan Riauini disusun untuk menjadikan periksa.

Batam, April 2012
DIREKTUR LALU LINTAS POLDA KEPRI

 

Drs. RUSDI HARTONO, M.Si
KOMISARIS BESAR POLISI NRP 69040341

Twitter RTMC Polda Kepri

You are here Berita Terbaru Sistem Operasionalisasi